Jumat, 06 Maret 2009

Inspires for the Day - 6th March 2009

Inspires for the Day - 6th March 2009
Date: Friday, March 06, 2009

We must develop a thirst for the Lord. The thirst for worldly goods can never be allayed; trying to satisfy it makes it only more acute! Thirst can never be quenched by drinking salt water - that is the objective world! Human desires do not have limits. They make you pursue the mirage in the desert, they make you build castles in the air. It breeds discontent and despair once you succumb to it. But develop the thirst for the Lord. You will discover the cool spring of ananda (Joy) within you. The Lord's Name makes you strong and steady, it is sweet and sustaining.

Kita harus mengembangkan rasa dahaga akan Tuhan. Rasa haus akan benda-benda duniawi tidak akan pernah dapat dihilangkan; mencoba memuaskan rasa itu hanya akan membuatnya lebih parah. Dahaga tidak akan pernah bisa dihilangkan dengan minum air asin – itulah kenyataan di dunia! Keinginan-keinginan manusia tidak ada batasnya. Mereka membuatmu bagaikan mengejar fatamorgana di gurun pasir, mereka membuatmu seperti membangun istana di atas angin. Hal itu hanya akan menyebabkan rasa tidak puas dan putus asa begitu engkau mengalah kepada mereka. Namun sebaliknya kembangkanlah rasa dahaga akan Tuhan. Engkau akan menemukan sumber mata air Ananda (Kebahagiaan) di dalam dirimu. Nama Tuhan membuatmu menjadi kuat dan kokoh, Nama Tuhan itu manis dan membuatmu bertahan.

Thought for the Day - 6th March 2009

Thought for the Day - 6th March 2009
Date: Friday, March 06, 2009

Dharma and Jnana (right conduct and spiritual wisdom) are two eyes given to man to discover his Divinity. Dharma indicates the right path which every individual, group or society should follow. Dharma destroys the one who violates it, and protects the one who protects it. The scriptures have declared, "Where there is Dharma, there is Victory". There is no Dharma greater than Truth. The edifice of Dharma is erected on the foundation of Truth. Nyaya (justice) is an essential attribute of Dharma. An individual, society or nation shines with glory only when justice is adhered to. Just as one acquires wealth by the pursuit of one's profession, one must acquire merit and Divine Grace by adhering to Neethi (morality) and Dharma.

Dharma dan Jnana adalah dua mata yang diberikan kepada manusia untuk mengetahui keilahian-Nya. Dharma menunjukkan jalan yang harus diikuti oleh setiap individu, kelompok atau masyarakat. Dharma menghancurkan orang yang melawannya, dan melindungi orang yang melindungi Dharma. Kitab suci telah menyatakan, “Dimana ada Dharma, disana ada Kemenangan”. Tidak ada Dharma yang lebih besar daripada kebenaran. Dharma adalah bangunan besar yang berdiri kokoh diatas dasar kebenaran. Nyaya (keadilan) adalah atribut penting dari Dharma. Individu, masyarakat atau bangsa akan bersinar dengan kemuliaannya hanya bila keadilan dipertahankan. Kekayaan dan rahmat Tuhan akan dapat diraih hanya dengan jalan mengerjakan satu profesi dengan baik dan berpegang pada Neethi (moral) dan Dharma

Kamis, 05 Maret 2009

Inspires for the Day - 5th February 2009

Inspires for the Day - 5th February 2009
Date: Thursday, March 05, 2009

So long as you have a trace of ego in you, you cannot see the Lord clearly. Egoism will be destroyed if you constantly tell yourself, "It is He, not I." He is the Force, I am but the Instrument. Keep His Name always on the tongue. Contemplate His Glory whenever you see or hear anything beautiful or grand. See in everyone, the Lord Himself moving in that form. Be humble, do not become proud of your wealth, status, authority, learning or caste. Dedicate all your physical possessions, mental skills, intellectual attainments, to the service of the Lord and to the Lord's many manifestations.

Selama engkau masih memiliki jejak keakuan dalam dirimu, engkau tidak akan bisa melihat Tuhan dengan jelas. Keakuan akan termusnahkan jika engkau secara terus-menerus berkata kepada dirimu sendiri, ”Ini adalah Tuhan, bukan aku.” Tuhan adalah Sang Penggerak, aku bukanlah apa-apa namun hanya alatNya. Jagalah agar Nama Tuhan selalu ada di lidahmu. Pusatkanlah pada Keagungan Tuhan saat engkau melihat atau mendengar sesuatu yang cantik atau sangat indah. Pandanglah di dalam diri setiap orang, ada Tuhan disana yang bergerak dalam wujud manusia. Jadilah orang yang sederhana, jangan menyombongkan kekayaan, gengsi, kekuasaan, ilmu pengetahuan atau kasta. Persembahkanlah semua kepemilikan lahiriah, keterampilan pikiran, pencapaian kecerdasanmu, sebagai pelayanan kepada Tuhan dan kepada banyak perwujudan Tuhan.

Thought for the Day - 5th February 2009

Thought for the Day - 5th February 2009
Date: Thursday, March 05, 2009

Only trees grown in fertile soil can yield good fruits. Those which are grown in saline soil will bear only poor quality of fruits. So also, only in the hearts which are pure and unsullied can such holy feelings and virtues like truth, compassion, forbearance, selflessness grow and shine. Like a farmer who toils to cultivate his field, a Bhakta (devotee) must put in efforts to cultivate the Name of the Lord in his heart in order to reap the harvest - the Lord Himself.

Hanya pepohonan yang tumbuh di tanah yang subur akan dapat menghasilkan buah-buahan yang bagus. Pohon yang tumbuh dalam lahan yang gersang akan menghasilkan buah-buahan yang tidak berkualitas. Begitu juga, hanya dalam hati yang murni dan tidak cacat, perasaan yang suci dan kebajikan seperti kebenaran, belas kasihan, kesabaran, tidak mementingkan diri sendiri, dapat tumbuh dan bersinar. Seperti petani yang bekerja keras untuk menanami ladangnya, seorang Bhakta harus berusaha untuk menanam benih nama Tuhan dalam hatinya agar mendapatkan hasil panen yang baik – Tuhan itu sendiri.

Inspires for the Day - 4th February 2009

Inspires for the Day - 4th February 2009
Date: Wednesday, March 04, 2009

Discard all low desires. There is no need to feel unduly depressed. One has only to recognize ignorance, in order to make it vanish. Reduce all desires for a few acres of land, or a fat account in the bank, or a few more bungalows or cars or radios; desire rather the joy that will never fade, that will never cloy, that will be deep, steady and giving you strength all the time. Discover the joy of Divine Realization. Discover your holiness, your divinity, your truth.

Abaikanlah semua keinginan yang rendah. Tidak perlu merasa muram dengan berlebihan. Engkau hanya perlu mengenali kebodohan, untuk dapat melenyapkannya. Kurangilah semua keinginan untuk mendapatkan beberapa petak tanah, atau pundi-pundi tabungan di bank, atau lebih banyak bungalow atau mobil atau penerima radio; lebih baik meminta kebahagiaan yang tidak akan pudar, yang tidak akan membosankan, yang akan begitu dalam, mantap dan memberimu kekuatan sepanjang waktu. Temukanlah kebahagiaan dari Kesadaran Illahi. Temukanlah kesucianmu, ketuhananmu, kebenaranmu.

Thought for the Day - 4th February 2009

Thought for the Day - 4th February 2009
Date: Wednesday, March 04, 2009

Health is the essential prerequisite for success in all aspects of life, and for realizing the four ideals that guide human life - moral living, prosperity, fulfilling beneficial desires and liberation from grief. Man seeks to live happily and peacefully, but happiness and peace are not won from worldly activities. The body that yearns to be healthy and secure is subject to disease, decay and death. However, the Indweller, the Self, within the body is not born nor does it die. The body is the temple of God. Hence, it is the duty of man to keep the temple in good condition.

Kesehatan merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan dalam semua aspek kehidupan, dan untuk mewujudkan empat hal utama yang menuntun hidup manusia – moral, kesejahteraan, memenuhi hanya keinginan yang bermanfaat dan bebas dari kesedihan. Manusia berusaha untuk mendapatkan hidup bahagia dan damai, tetapi kebahagiaan dan kedamaian tidak diraih dari kegiatan duniawi. Tubuh yang mendambakan kesehatan dan terjamin di usia tua, justru akan terkena penyakit, rusak dan mati. Namun Atma yang bersemayam di dalam tubuh tidak lahir maupun mati. Tubuh adalah rumah Tuhan. Oleh karena itulah manusia berkewajiban untuk memelihara “rumah ini” dalam kondisi baik.

Selasa, 03 Maret 2009

Inspires for the Day - 3rd March 2009

Inspires for the Day - 3rd March 2009
Date: Tuesday, March 03, 2009

Speak so that your language is as sweet as your feelings. Make the words, true and pleasing. (Sathyam Brooyath, Priyam Brooyath) But, for the art of pleasing another, do not speak falsehood or exaggerate. Cynicism, which leads you to speak about a thing in a carping manner and in order to bring it into disrepute is as bad as flattery which makes you exaggerate and cross the boundaries of truth.

Berbicaralah sedemikian rupa sehingga bahasamu menjadi selembut perasaanmu. Jadikanlah kata-katamu, benar dan menyenangkan (Sathyam Brooyath, Priyam Brooyath). Namun, jika hanya untuk menyenangkan hati orang lain, janganlah berkata bohong atau melebih-lebihkan. Sinisme, yang membuatmu berbicara tentang sesuatu dengan nada mencela dan berusaha mempermalukan orang lain adalah sama buruknya dengan pujian yang berlebih-lebihan yang membuatmu membesar-besarkan sesuatu hal dan malah akan melampaui batas-batas kebenaran.

Thought for the Day - 3rd March 2009

Thought for the Day - 3rd March 2009
Date: Tuesday, March 03, 2009

What is the reason for the misery of people all over the world? They have forgotten the Divine basis of creation. They have ignored the One Absolute Principle underlying the whole creation. All lives lived without faith and devotion to the One Supreme Lord are useless. Lives spent without tasting the nectar of the Divine Principle are wasted opportunities. The Lord has given man the instruments for developing the intellect and discrimination. If he uses them well and tries to realize the divinity in himself, the Lord will add unto him fresh talent and the sources of power, for He is ever full of grace towards aspirants.

Apa yang menyebabkan penderitaan manusia di seluruh dunia? Mereka sudah melupakan dasar penciptaan Tuhan. Mereka telah mengabaikan Prinsip Tuhan yang Absolut yang merupakan dasar seluruh penciptaan. Kehidupan tanpa iman dan ketaatan pada Tuhan adalah sia-sia. Hidup tanpa merasakan madu dari Prinsip Ketuhanan adalah menyia-nyiakan kesempatan. Tuhan telah memberikan manusia alat untuk mengembangkan kecerdasan dan kemampuan membedakan. Jika manusia menggunakannya dengan baik dan mencoba untuk mewujudkan keilahian dalam dirinya, Tuhan akan memberikan bakat dan sumber kekuatan, karena Beliau penuh rahmat kepada pencari Tuhan.

Senin, 02 Maret 2009

Inspires for the Day - 2nd March 2009

Inspires for the Day - 2nd March 2009
Date: Monday, March 02, 2009

The tongue must be sanctified by the repetition of the Names of the Lord. It must also be used to use sweet expressions which will spread contentment and joy. Be very careful about your speech. Animals have horns, insects have stings, beasts have claws and fangs, but man's biggest weapon of offence is his tongue. The wounds that the tongue can inflict can scarcely be healed; they fester in the heart for long. They are more capable of damage than even an atom bomb. The name has much efficacy. Use the tongue to repeat the Name of the Lord and His attributes.

Lidah harus disucikan dengan mengulang-ulang Nama Tuhan. Lidah juga harus dibiasakan untuk mengungkapkan sesuatu hal dengan manis dan lembut sehingga akan menyebarkan kegembiraan dan suka cita. Sangat berhati-hatilah dengan ucapanmu. Binatang memiliki tanduk, serangga memiliki sengat, binatang buas memiliki cakar dan taring, namun senjata utama manusia untuk menyerang adalah lidahnya. Luka yang diakibatkan oleh lidah bisa jadi hampir tidak dapat disembuhkan; luka-luka itu tertanam dalam hati untuk waktu yang lama. Mereka bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah bahkan jika dibandingkan dengan bom atom. Nama Tuhan sangatlah manjur. Gunakanlah lidah untuk mengulang-ulang Nama Tuhan dan Sifat-sifat Beliau.

Thought for the Day - 2nd March 2009

Thought for the Day - 2nd March 2009
Date: Monday, March 02, 2009

Bhakti (devotion) does not consist of wearing ochre robes, observing rituals, etc. A pure heart, uninterrupted contemplation of God, feeling that everything is the Lord's creation and therefore One, detachment from sense objects, embracing all in equal love, practising truth in speech - these are the characteristics of Bhakti.

Bhakti tidak semata-mata memakai jubah oranye, mengamati upacara agama, dll. Hati yang murni , merenungkan Tuhan yang tiada henti, merasakan bahwa segalanya adalah ciptaan Tuhan, ketidakterikatan akan benda-benda, merangkul semua dalam kasih yang sama, mempraktekkan kebenaran dalam kata-kata – merupakan karakteristik dari Bhakti.

Inspires for the Day - 1st March 2009

Inspires for the Day - 1st March 2009
Date: Sunday, March 01, 2009

To realise God, it is not necessary to have wealth, gold or other emblem of affluence or even great scholarship. All that is needed is pure, selfless devotion. Today men with selfish and impure minds attempt to worship God. Without purity of thought, word and action, it is impossible to experience the Divine.

Untuk bisa mencapai Tuhan, tidak perlu memiliki harta, emas atau lambang kemakmuran lainnya atau bahkan gelar kesarjanaan yang hebat. Semua yang kita perlukan adalah pengabdian yang murni, tanpa mementingkan diri sendiri. Saat ini umat manusia dengan sifat mementingkan diri sendiri dan pikiran yang tidak murni berusaha untuk memuja Tuhan. Tanpa kemurnian dalam pikiran, ucapan dan tindakan, tidaklah mungkin untuk mencapai Tuhan.

Minggu, 01 Maret 2009

Thought for the Day - 1st March 2009

Thought for the Day - 1st March 2009
Date: Sunday, March 01, 2009

The Bhagavad Gita does not intend that you should pluck a leaf or a flower or a fruit from some plant or tree and place it before God. Nor does it ask you to bring water from a well or a river or a roadside tap. The Leaf that you have to offer is your own body, which like the leaf, sprouts green, fades, and finally falls off from the branch. The Flower is the heart freed from the pests of lust, anger, greed, attachment, pride, hate, etc. The Fruit is the mind, the consequence of its yearnings, which have to be dedicated to God. The Water is the stream of tears that flow from the eyes when one is in ecstatic bliss at the contemplation of God's glory. Offering these four is the real act of Sharanaagathi (total surrender).

Bhagavad Gita tidak bermaksud bahwa engkau harus memetik suatu daun atau bunga atau buah dari beberapa tanaman atau pohon dan mempersembahkannya di hadapan Tuhan. Ia juga tidak meminta engkau untuk membawa air dari mata air atau sungai atau kran pinggir jalan. Daun yang engkau persembahkan adalah tubuhmu sendiri, seperti halnya daun, kecambah, akan layu dan akhirnya jatuh dari cabang. Bunga yang dimaksud adalah hati yang dibebaskan dari hama yaitu nafsu, kemarahan, keserakahan, keterikatan, kebanggaan, kebencian, dll. Buah merupakan pikiran, konsekuensi dari kerinduan-kerinduan, yang harus dipersembahkan kepada Tuhan. Air yang keluar dari air mata yang mengalir dari mata ketika seseorang berada di dalam kebahagiaan dengan merenungkan kemuliaan Tuhan. Mempersembahkan keempat hal ini adalah tindakan yang nyata dari Sharanaagathi (penyerahan total).

Inspires for the Day - 28th February 2009

Inspires for the Day - 28th February 2009
Date: Saturday, February 28, 2009

People, today, are making every attempt to be happy, blissful. Where do you get bliss? Is it from the material things of the world, from people, or books? Not at all. Bliss is within one’s own self. You have forgotten your true Self, the source of bliss, and are struggling hard for artificial happiness outside. You are not aware of the reality that lies in the heart. In fact, all the bliss is there. The principle of love originates from the heart, not from the world. Everyone should develop love, more and more. But, today, there is hatred and anger everywhere. Light the lamp of love within, then fear and illusion can be removed, and you can have a vision of the Self. Otherwise, you are bound to suffer.

Umat manusia, saat ini, berusaha keras supaya bisa mendapat kesenangan, penuh kebahagiaan. Dimana engkau bisa mendapatkan kebahagiaan? Apakah dari dari benda-benda duniawi, dari orang-orang, atau dari buku-buku? Tidak sama sekali. Kebahagiaan ada di dalam diri masing-masing orang. Engkau telah melupakan Dirimu yang sejati, sumber kebahagiaan, dan berusaha keras untuk mendapatkan kebahagiaan semu di luar sana. Engkau tidak menyadari kenyataan yang ada di dalam hati. Sebenarnya, semua kebahagiaan ada di sana. Pada prinsipnya, kasih berasal dari dalam hati, bukan dari dunia luar. Setiap orang seharusnya mengembangkan kasih, lebih dan lebih banyak lagi. Namun, saat ini, terdapat kebencian dan kemarahan di setiap tempat. Nyalakanlah lampu kasih di dalam diri, maka ketakutan dan khayalan dapat dihilangkan, dan engkau akan bisa mendapatkan penampakan dari Diri. Jika tidak, engkau akan terlingkupi oleh penderitaan.